Harga Aluminium Turun Akibat Kurang Permintaan dan Rencara Tarif Impor Eropa

Harga Aluminium Turun

Harga Aluminium Turun Akibat Kurang permintaan dan Rencara tarif impor Eropa. Analis harga aluminium belum lama ini memprediksikan turunya harga aluminium karena adanya kenaikan tarif impor di Eropa. Tidak itu saja, sepinya permintaan supply juga menjadi penyebab harga logam multiguna itu melemah.

Diberitakan di Bloomberg pada tanggal 9 April lalu, di LME / London Stock Echange, harga aluminium dengan kontrak 3 bulanan menduduki level 1.871 US dollar per metrik ton yang berarti satu persen turun dari 1890 US Dollar di harga terdahulu. Maka dengan demikian praktis dalam sepekan harga alumium anjlok 1,47 persen.

Cahyo Dewanto, seorang Senior Research Asia Trade Point Futures menyebutkan bahwa lemahnya harga logam serbaguna ini karena 3 sebab faktor. Yang pertama karena dikenakannya kenaikan tarif impor di Eropa. Menurutnya berita kenaikan tentu akan membuat berkurangnya aliran masuknya produk berbahan aluminium ke Amerika Serikat yang mana akan membuat harga turun.

Faktor kedua menurur Cahyo adalah adanya demand aluminium yang cenderung turun. Ditunjang lagi oleh adanya kabar miring ekonomi globa yang mengalami perlambatan sehingga kini lebih banyak produk hasil daur ulang yang digunakan. Tentu kita tahu bahwa aluminium adalah logam dengan keutamaan sbai didaur ulang tanpa batas.

Kepada harian kontan.co.id Cahyo mengemukaakan jika penggunaan daur ulang kini mengurangi permintaan. Bahkan perusahaan pembuat mobil Jaguar menggunakan banyak aluminium daur ulang dalam jumlah yang besar, hapir 75 persen.

Faktor yang membuat turun harga aluminium adalah semakin rendahnya stok aluminium di China. Di China kini hany ada 1.641 ton, terutama di pasar logam Shanghai, padahal kebutuhan akan aluminium kian meningkat namun harga tidak bisa ikut meningkat.

Cahyo menambahkan bahwa harga aluminium bisa dicatat akan bisa bangkit jika sukses negosiasi perundingan dagang China dan Amerika Serikat. Mereka, China dan As memang tengah mengadakan perundingan dan kini hampir mencapai final sehingga diharapkan, kata Cahyo, bisa berimbas positif dengan peningkatan aktivitas produksi Aluminium di China seiring dengan demand global yang semakin naik.

Posisi harga logam secara teknik yang memang terbaik karena bisa didaur ulang ini bisa dilihat sedang berada di bawah garis MA (Moving Average) 50, MA 100 dan MA 200. Sementara itu dengan netralnya indikator RSI di area 14, stochastic berada di bawah 9,6 dan MACD di bawah 12,26 dan ADX di bawah area 14.

Cahyo merekomendasikan pada perdagangan di hari Rabu tanggal 10 April 2019, sell untuk aluminium dan dia jua memperkirakan harga logam ini masih akan menjadi lemah di kisaran 1.870 USD hingga 1.880 USD per metrik ton. Dalam sepekan ini harga aluminium memiliki potensi untuk mengalami pergerakan di antara 1.800 USD hingga 1890 USD per metrik ton.

Apakah Anda mencari perusahaan konstruksi untuk menjadi kontraktor pada area pekerjaan dengan material aluminium? Kami PT Nikifour adalah kontraktor konstruks aluminum berpengalaman di beberapa kawasan industri di Karawang seperti KIIC, KIM  atau Suryacipta.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.