Cara Mengatasi Dinding Lembab

Dinding Lembab (Sumber: Liver Doctor)

Cara mengatasi rumah lembab tidak dapat dikatakan mudah. Karena sebelumnya, Anda perlu mencari tahu apa yang menyebabkan tempat tinggal Anda menjadi lembab.

Bisa jadi, masalah kelembapan di dalam rumah terjadi karena perawatan yang tidak tepat, konstruksi yang buruk, dan masih banyak lagi.

Problem rumah lembab ini pun tidak jarang menimbulkan kerugian. Seperti karena dekorasi rumah yang rusak. Bahkan, kesehatan penghuni pun dapat terganggu,

Dalam hal ini, cara mengatasi rumah lembab bukan berarti tidak dapat dilakukan. Berikut beberapa tips yang mungkin akan membantu Anda mengatasinya.

Cari Tahu Penyebab Rumah Lembab

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Anda perlu mencari tahu dari mana asal kelembapan di tempat tinggal Anda.

Dalam hal ini, penyebab rumah lembab dapat terjadi karena curah hujan yang tinggi. Selain itu, kandungan air dalam hunian yang tinggi juga dapat memicu kelembapan dalam tempat tinggal.

Bisa jadi, kelebihan air tersebut berasal dari kamar mandi, dapur, pipa air yang bocor, genteng pecah, hingga talang air yang bermasalah.

Setelah mengetahui penyebabnya, tentu Anda dapat mencari cara mengatasi rumah lembab yang tepat.

Tambah Ventilasi dalam Rumah

Terganggunya sirkulasi udara karena ventilasi yang kurang juga dapat menyebabkan rumah menjadi lembab.

Jika tidak memungkinkan untuk menambah jendela, Anda dapat menggunakan exhaust fan sebagai cara mengatasi rumah lembab.

Exhaust Fan

Exhaust Fan (Sumber: The Architect’s Guide)

Exhaust fan akan membantu terjalinnya sirkulasi udara dari satu ruangan ke ruangan lainnya dengan baik. Alirah udara pun menjadi lancar.

Anda bisa menggunakan alat di dinding ataupun plafon rumah Anda untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Gunakan Bahan Kimia

Peningkatan kelembapan tidak selalu terlihat jelas karena sebagian besar terjadi di bawah lantai. Namun, jika hal ini semakin buruk, kelembapan akan merambat ke dinding.

Guna mencegah hal tersebut terjadi, Anda dapat menggunakan bahan kimia yang disuntikkan atau disemprotkan ke dinding.

Namun, penggunaan bahan kimia perlu dilakukan sesuai petunjuk dan harus dilakukan oleh ahli. Produk kimiawi yang digunakan pun perlu diperhatikan, baik tentang kualitas maupun tingkat keamanannya pada penghuni rumah.

Gunakan dehumidifier

Pada area yang kurang mendapatkan cahaya matahari, Anda dapat menggunakan alat seperti dehumidifier untuk menjaga udara tetap kering.

dehumidifier

Dehumidifier (Sumber: T3)

Alat ini menyerupai AC yang fungsinya memang untuk menghilangkan kelembapan di suatu ruangan. Namun sayangnya, dehumidifier memiliki harga yang tidak murah. Bahkan pemasangannya pun tidak mudah.

Perbaiki Kebocoran

Cara mengatasi rumah lembab selanjutnya adalah memperbaiki kebocoran, baik di atap, plafon, pipa air, maupun talang air.

Sekecil apapun kebocoran yang terjadi, jangan pernah menunda untuk memperbaikinya. Karena seiring berjalannya waktu, kebocoran akan semakin parah, sehingga rumah dapat menjadi sangat lembab.

Itulah mengapa, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan rutin, apakah terjadi kebocoran di beberapa sudut rumah atau sebaliknya.

Gunakan Waterproofing

Sering kali, dinding rembes menjadi penyebab rumah lembab. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah menggunakan produk waterproofing untuk menahan air pada dinding.

Identifikasi masalah dan selesaikan lebih awal sebelum kerusakan semakin parah guna menghindari pengeluaran yang tidak perlu di kemudian hari.

Bagaimana Cara Mencegah Rumah Lembab?

Sebelum terlambat dan membuat Anda mencari cara mengatasi rumah lembab, Anda dapat melakukan pencegahan.

Terutama untuk Anda yang masih dalam proses membangun konstruksi rumah, beberapa hal ini perlu diperhatikan.

Penggunaan Cat dan Sealant

Penggunaan cat berbahan dasar air menjadi salah satu cara mencegah rumah lembab. Sebab, cat jenis ini dapat membuat dinding bernapas dengan baik dan peningkatan tekanan uap pun dapat dicegah.

Sealant

Sealant (Sumber: Designer Colours)

Sementara itu, sealent atau perekat berkualitas baik dapat Anda gunakan pada kusen jendela serta sambungan kaca. Untuk dapur dan kamar mandi, Anda dapat menggunakan sealant silicon fleksibel.

Periksa Kembali Retakan di Sekitar Jendela dan Dinding

Sebelum musim penghujan tiba dan memperburuk risiko rumah lembab, sebaiknya periksa kembali area sekiar jendela dan dinding. Apakah di bagian-bagian ini terdapat retakan atau tidak.

Jika memang terdapat retakan meskipun hanya sedikit saja, secara segel dengan benar menggunakan waterproofing.

Penggunaan Insulasi pada Atap dan Dinding

Ruangan yang hangat akan mencegah rumah lembab dan berjamur. Untuk menjaga suhu ruangan, Anda dapat menambahkan insulasi pada atap maupun dinding.

Selain insulasi, Anda juga dapat menggunakan material tahan jamur seperti baja ringan Kencana untuk rangka atap, rangka plafon, maupun rangka dinding.

Kemiringan pada Balkon dan Teras

Jangan biarkan air berkumpul di satu tempat, karena hal ini akan meningkatkan tingkat kelembapan pada lantai. Selanjutnya, kemungkinan akan merambat pada dinding dan menyebabkan rumah lembab.

Untuk itulah Anda perlu memberi kemiringin yang cukup pada teras, balkon, atau bagian rumah lainnya yang tidak memiliki resapan.

Hindari Melapisi Seluruh Dinding dengan Cat Tahan Air

Sebelum memutuskan untuk mengaplikasikan cat tahan air pada seluruh dinding di rumah Anda, sebaiknya pikirkanlah ulang.

Sebab, hal tersebut justru akan menjadi boomerang. Jadi, biarkan dinding Anda bernapas. Tambahkan pula ventilasi udara yang cukup.

Itulah beberapa cara mengatasi rumah lembab. Memang hal tersebut memungkinkan untuk Anda lakukan. Namun, tidak ada yang lebih menguntungkan selain melakukan pencegahan.

Sumber: https://www.theguardian.com/lifeandstyle/2008/mar/01/diy.homes8

https://www.wikihow.com/Deal-with-Damp-in-Your-Home

Leave a Reply

Butuh Penawaran / Info Lebih Lanjut?