5 Penyebab Rumah Panas dan Cara Mengatasinya

Penyebab Rumah Menjadi Panas

Penyebab Rumah Menjadi Panas (Sumber: Meteored)

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab rumah panas. Saat musim penghujan yang cenderung lebih sejuk mungkin tidak terlalu terasa. Namun berbeda ketika musim kemarau tiba.

Hawa panas yang akan dirasakan tentu akan sangat menyebalkan. Terlebih lagi saat kipas angin sudah tidak dapat mengatasi permasalahan suhu ini. Sementara jika ingin mengandalkan Air Conditioner (AC) sepanjang hari, hal ini justru akan membuat tagihan listrik bulanan membengkak.

Apa yang Menyebabka Rumah Menjadi Panas?

Jika Anda masih baru akan membuat rumah baru, ada baiknya untuk mengetahui penyebab rumah panas yang paling umum. Seperti beberapa faktor yang dilansir dari ecoMaster berikut ini.

Jendela

Salah satu penyebab rumah panas yang kadang tidak disadari justru datang dari jendela. Coba rasakan, apakah meski tirai sudah ditutup, suhu panas saat musim kemarau masih mengganggu?

Terutama bagi pengguna material kaca untuk jendela, perlu diketahui bahwa kaca merupakan konduktor panas yang sangat baik.

Penyebab Rumah Panas dari Jenedela

Rumah dengan Jendela Kaca (Sumber: Digitized House)

Itulah mengapa, ketika jendela dilapisi kaca tungga, panas akan semakin memancar ke dalam rumah. Alhasil, suhu ruangan akan panas dan membuat tidak nyaman.

Kendati demikian, Anda tak perlu terburu-buru mengganti material kaca untuk jendela dengan bahan bangunan lain. Solusinya, Anda dapat menggunakan kaca sekunder, yaitu kaca ganda retrofit yang memiliki manfaat termal.

Saat memilih kaca sekunder, ingatlah untuk memastikan jendela masih bisa dibuka maupun ditutup. Sehingga Anda bisa memanfaatkan angin malam guna mendapatkan udara sejuk.

Atap

Ketika suhu atap naik, maka panas didorong ke bawah melalui plafon ke dalam rumah. Kemudian panas dari matahari ini tersimpan di genting maupun ruang plafon rumah.

Karenanya, sistem pendinginan yang biasanya terjadi saat malam hari akan terhenti dan membuat suasana dalam ruangan semakin tidak nyaman.

Solusi agar penyebab rumah panas dari atap dapat diminalisir adalah menerapkan metode insulasi pada plafon. Salah satunya menggunakan insulasi ‘Green-Earth’ yang dapat dikatakan lebih untul dari insulasi konvensional.

Pemasangan Insulasi

Pemasangan Insulasi pada Rangka Atap Baja Ringan (Sumber: Blogger)

Diketahui, insulasi konvensional lebih mengandalkan ketebalan dan kepadatannya untuk menahan pertukaran. Sementara insulasi ‘Green-Earth’ menggunakan konsep Thermal Radiant. Dimana konsep ini memanfaatkan sifat fisika Reflective Alumunium atau Metalized Foil dan sifat fisika udara dalam meminimalisir pertukaran panas.

Tak hanya efektif untuk meminimalkan suhu panas. Penggunaan insulasi ‘Green-Earth’ juga dapat mengefisienkan pengeluaran. Sebab, bahan baku LDPE virgin yang digunakan memiliki keunggulan seperti lebih kuat, tidak mudah pecah, serta kekuatan strukturnya baik. Sehigga Anda tak perlu sering mengganti insulasi.

Lantai

Jangankan melalui bagian atas rumah. Penyebab rumah panas juga dapat dipengaruhi oleh bagian bawah rumah seperti lantai.

Khususnya jika Anda membangun rumah di atas tanah, seperti tipe rumah panggung. Mungkin anda akan menyadari bahwas suhu panas dapat menumpuk di bagian lantai rumah. Kemudian naik melalui papan lantai, dan akhirnya membuat ruangan ikut menghangat.

Floor Insulation

Insulasi pada Lantai (Sumber: Howdens)

Tidak berbeda jauh ketika penyebab rumah panas datang dari atap. Hal yang dapat Anda lakukan untuk meminimalisir masuknya suhu panas melalui lantai adalah menggunakan insulasi.

Dalam hal ini, insulasi ‘Green Earth’ yang didistribusikan oleh PT Kencana Maju Bersama dapat digunakan untuk meminimalisir naiknya suhu panas dari lantai.

Anda dapat menggunakan insulasi berkualitas tinggi ini dengan cara dijepit secara kuat dan permanen di bagian lantai.

Baca juga: Pilihan Material Lantai yang Ramah Lingkungan

Dinding

Dinding yang tidak menggunakan insulasi akan mengalirkan panas ke rumah Anda dengan sangat mudah.

Sebagai contoh, dinding yang terbuat dari batu bata lebih cepat mengalirkan panas. Sebab, ketika matahari mulai mengalirkan energi panas, panas aka disimpan di dalam bata. Kemudian suhu terdorong ke dalam rumah dan membuat ruangan menjadi gerah.

Insulasi pada Dinding

Insulasi pada Dinding (Sumber: TheGreenAge)

Itulah mengapa, Anda perlu menggunakan insulasi untuk dinding. Jika menggunakan batu bata, Retrofit Wall Insulatin dapat diterapkan.

Sementara jika menggunakan rangka dinding baja ringan sebagai konstruksi rumah, Anda dapat menggunakan insulasi ‘Green Earth’.

Aliran Udara yang Tidak Terkontrol

Terutama untuk Anda yang menggunakan AC di rumah, apakah suhu dalam ruangan cepat panas begitu pendingin udara dimatikan?

Bisa jadi hal ini terjadi karena pergerangan udara dalam sebuah bangunan tidak terkendali. Dan tahukah Anda jika di bayak rumah, sampai 50% energi pendingin maupun pemanas hilang karena hal tersebut. Alhasil, pendingin maupun pemanas tidak dapat bekerja secara maksimal dan tagihan bulanan jadi membengkak.

Door Draft Stopper

Alat untuk Penutup Celah Pintu (Sumber: Amazon)

Banyak faktor yang membuat aliran udara tidak terkontrol, di antaranya seperti terdapat celah di pintu, jendela, arkitraf (ornamen yang biasanya ada di kusen, pintu, atau jendela), hingga ventilasi dinding.

Agar salah satu penyebab rumah panas ini tidak semakin merugikan, Anda perlu mencoba menutup celah-celah dengan rapat. Anda dapat meminta bantuan dari arsitek profesional yang dapat menangani hal tersebut.

Pada dasarnya, penyebab rumah panas dapat terjadi karena beberapa hal. Bukan hanya karena atap. Dinding, lantai, dan jendela pun dapat mengalirkan suhu panas ke dalam ruangan.

Bahkan yang lebih menarik, pada ruangan ber-AC, suhu juga dapat naik saat pendingin udara ini dimatikan jika faktor aliran udara tidak diperhatikan.

Sebelum membangun tempat tinggal, Anda dapat mempertimbangkan untuk menggunakan beberapa cara meminimalisir rumah menjadi panas seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Leave a Reply

Butuh Penawaran / Info Lebih Lanjut?