Harga Aluminium Naik Karena Rencana Bebas Bea Masuk AS dari Kanada dan Meksiko

Harga Aluminium Naik

Berapa dan bagaimana kondisi harga aluminium dalam sebulan terakhir ini? Ternyata gara-gara rencana rencana bebas bea masuk AS dari Kanada dan Meksiko harga aluminium naik satu setengah persen. Apa pengaruhnya bagi dunia konstruksi di Indonesia? Apakah Anda mencari mitra kontraktor untuk pengerjaan konstruksi aluminium terutama di kawasan-kawasan industri di Karawang hingga Cikarang Bekasi? Kontak kami.

Bersumber dari Bloomberg, Kontan menurunkan berita tentang harga aluminium mulai terkatrol pada Selasa 12 Maret 2019. Kontrak 3 bulanan di LME (London Metal Exchange berada di level 1.873 USD per metrik ton dari sebelumnya 1.847 USD per metrik ton. Angka tersebut terlihat naik 1,40 persen. Sementara itu dalam sepekan harga logam industri ini masih turun 0,05 persen.

Rencana Bebas Bea Masuk; Harga Aluminium Naik

Cahyo Dewanto, seorang senior di bidang riset dan analisis dari Asia trade Futures menjelaskan bahwa karena pengaruh penguatan mata uang dollar US, pergerakan harga aluminium sempat melemah. Hal tersebut juga seiring dengan kelanjutan masalah brexit. Beliau menambahkan tentang adanya indikasi pedagang berlindung di balik fenomena penguatan dollas US sehingga bisa menyebabkan potensi turunnya harga logam.

Sementara itu, masih menurut beliau, harga aluminium bisa menjadi kuat disebabkan adanya rencana bea masuk aluminium dari Kanada dan Meksiko ke US. Kanada dan Meksiko adalah dua pemasok aluminium yang mendapatkan pengecualian tarif impor logam ke US karena adanya perjanjian perdagangan bebas dari Amerika Utara.

Menurut beliau, Jepang, KorSel, Brasil dan Uni Eropa masih dalam proses penghapusan tarif, Kanada, Meksiko dan juga Australia akan mendapatkan penghapusan masalah tarif impor baja dan aluminium. Harga aluminium di perdagangan akan terus naik bersamaan dengan kemajuan hasil negosiasi dagang Amerika Serikat dengan China. Sementara itu China, guna merangsang kembali permintaan aluminium, negeri tirai bambu ini akan menurunkan tarif impor otomotif yang masuk.

Harga aluminium kemungkinan akan masih terus naik dan menguat ke level 1.850 USD hingga 1.900 USD per metrik ton. Pergerakan harga aluminium sementar dalam sepekan ini akna berkisar di angka 1.750 USD hingga 1.900 USD per metrik ton. Dan kenaikan itu secara teknik telah bergerak di atas garis MA (moving average) 50, MA 100 dan MA 200. Sementara itu untuk indikator RSI ada pergerakan naik di area 14, indikator IDX naik ke area 14 dan stochastic naik ke area 14 juga.

Apa yang mendorong turun naiknya harga aluminium?

Menurut https://comodity.com, ada 5 hal utama yang menyebabkan perubahan harga aluminium. 1. Permintaan dari China, 2. Permintaan sektor Transportasi dunia, 3. Permintaan dari Industri konstruksi, 4. Biaya input dan 5. Mata uang dollar Amerika.

Permintaan China

China merupakan negara yang paling berpengaruh terhadap perubahan harga aluminium. China menggunakan lebih dari 40% dari pasokan global aluminium setipa tahunnya. Pertumbuhan kuat dalam PDB China selama dua dekade terakhir telah mendorong banyak harga komoditas industri lebih tinggi.

Perusahaan-perusahaan China memiliki permintaan aluminium yang meningkat di sektor pengemasan. Selain itu, real estat, transportasi dan sektor elektronik semuanya telah melihat pertumbuhan permintaan mereka untuk aluminium.

Permintaan Transportasi

Di negara maju, industri mobil dan aerospace adalah pasar paling penting untuk aluminium. Industri aluminium menghadapi persaingan dari bahan komposit yang lebih ringan yang berusaha menggantikan aluminium sebagai bahan konstruksi. Bahan serat karbon, misalnya, berperan dalam pertumbuhan pangsa pasar penerbangan. Karena material komposit membuat kemajuan teknologi dan menjadi lebih terjangkau, permintaan aluminium dapat berkurang.

Permintaan Industri Konstruksi

Pasar konstruksi dan bangunan mewakili permintaan industri terbesar kedua untuk aluminium. Di negara berkembang, aluminium menyumbang sekitar 30% dari bahan bangunan. Tingkat pertumbuhan konstruksi dapat berubah-ubah. Suku bunga, pengangguran, dan kekuatan ekonomi secara keseluruhan dapat memengaruhi permintaan dan, pada gilirannya, memengaruhi harga aluminium.

Biaya Input

Biaya produksi aluminium dapat memiliki dampak yang berarti pada harganya. Produksi aluminium menggunakan sejumlah besar energi dalam proses peleburan. Perubahan dalam biaya minyak atau listrik pada akhirnya memberi makan harga aluminium. Dalam hal aluminium daur ulang, biaya logam bekas juga dapat memiliki dampak langsung pada harga untuk produk jadi.

Dolar AS

Mata uang AS adalah mata uang cadangan dunia dan sebagai hasilnya, aluminium dan komoditas lainnya dikutip dalam dolar AS. Produsen aluminium menerima lebih sedikit dolar untuk produk mereka ketika mata uang AS kuat dan lebih banyak dolar ketika mata uang lemah.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.