Baja Ringan Berkarat

Karat pada Baja Ringan (Sumber: Metal Constuction News)

Penggunaan baja ringan untuk konstruksi bangunan dapat dikatakan semakin meluas. Jangankan untuk pabrik, gudang, atau bangunan besar lain. Kini, tak sedikit rumah yang menggunakan material ini untuk konstruksi.

Hal ini karena baja ringan memiliki banyak keunggulan. Salah satunya diklaim sebagai material yang anti karat. Namun, apakah istilah ‘anti karat’ ini sudah tepat?

Pada kenyataannya, sebutan ‘anti’ kurang tepat untuk baja ringan. Karena benda yang disebut ‘anti karat’ artinya, karat tidak akan mampu memengaruhi benda tersebut.

Sebaliknya, istilah yang tepat untuk baja ringan adalah ‘tahan karat’. Artinya, material ini lebih sulit dirusak oleh karat.

Bagaimana Baja Ringan Bisa Berkarat?

Baja Ringan Berkarat

Karat pada Baja Ringan (Sumber: Metal Constuction News)

Pertama, kita pahami dulu apa itu karat. Dimana karat merupakan hasil oksidari dari logam besi. Yaitu reaksi kimia yang terjadi ketika unsur besi (Fe) bersentuhan dengan oksigen (O2).

Dikatakan sebelumnya bahwa baja ringan itu tahan karat. Hal ini karena adanya lapisan aluminium dan senyawa lain yang mencegah terjadinya kontak antara besi dan oksigen.

Jadi, baja ringan bisa berkarat. Terlebih lagi jika lapisan tersebut terkikis karena faktor-faktor sebagai berikut.

Tergores

Sebuah kesalahan kerja dapat terjadi kapan saja. Misalnya seperti material yang tidak sengaja tergores karena alat kerja.

Meski terdengar sepele, padahal hal ini merupakan salah satu faktor penyebab baja ringan bisa berkarat. Sebab, ketika terdapat goresan yang tidak sengaja, maka baja akan langsung bersinggungan dengan oksigen. Saat itulah terjadi proses oksidasi yang akan menimbulkan karat dan semakin lama akan menyebar.

Cuaca

Baik hujan maupun panas yang menerpa secara masif, akan membuat lapisan penahan karat pada baja ringan tidak bertahan lama cepat atau lambat.

Akibat dari terpaan cuaca yang tidak menentu seperti di Indonesia ini, proses korosi juga akan lebih cepat dari batas garansi yang diberikan.

Semen

Bukan hanya faktor cuaca atau goresan alat kerja. Ternyata, semen yang menempel pada baja ringan dapat menimbulkan karat.

Hal ini karena air semen yang menempel pada permukaan baja ringan dapat menghasilkan reaksi kimia. Sehingga lapisan penahan karat akan rusak dan terjadilah proses oksidasi.

Larutan Asam

Biasanya, larutan asam dapat ditemukan di dalam rumah. Contohnya seperti larutan pembersih keramik ataupun pembersih lantai.

Larutan asam ini juga akan bereaksi dengan lapisan pencegah karat pada baja ringan sehingga membuatnya terkelupas. Ketika terjadi pengelupasan, material akan terpapar oksigen sehingga muncul karat.

Bagaimana Cara Mencegah Karat pada Baja Ringan?

Sebelum karat merusak baja dan membahayakan penghuni bangunan, akan lebih baik untuk melakukan pencegahan. Di antaranya sebagai berikut.

Kurangi Kesalahan Kerja

Jika goresan benda tajam dapat menimbulkan karat, maka hindari melakukan kesalahan kerja. Dalam hal ini, penyimpanan serta penanganan yang baik sangat diperlukan guna mencegah lapisan pelindung tergores.

Namun, jika sudah terlanjur terjadi kerusakan karena bekas sambungan yang terbuka atau salah potong, segera lakukan pelapisan ulang baja menggunakan cat anti-karat.

Jauhkan Baja Ringan dari Adonan Semen dan Cairan Kimia

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, air semen ikut andil dalam merusak lapisan pelindung karat. Itulah mengapa, Anda perlu menjauhkan baja ringan dari adonan semen.

Tidak hanya itu, jangan biarkan juga pemukaan baja ringan sampai bersentuhan dengan cairan pembersih lantai, keramik, dan sebagainya.

Perhatikan Teknik Penyimpanannya

Penyimpanan material baja ringan ini pun tidak bisa sembarangan karena berisiko menimbulkan karat. Untuk itu, simpan di tempat tertutup dan kering.

Kemudian hindari kontak langsung dengan tanah, semen, dan logam tidak sejenis (seperti stainless steel, tembaga, besi, dan lain sebagainya).

Pastikan Pengerjaan dan Pemasangan Rapi

Jika menggunakan gerinda dalam pengerjaan di lapangan, sebaiknya langsung bersihkan sisa gram gerinda yang menempel pada permukaan baja ringan.

Sebaliknya, untuk pemotongan baja ringan, jangan menggunakan gerinda, melainkan menggunakan gunting khusus baja.

Pakai Baut dengan Bahan Sejenis

Selalu gunakan baut atau aksesoris lain untuk baja ringan yang dilapisi aluminium-seng atau seng. Karena jika selain lapisan tersebut (baik stainless steel, tembaga, dan logam lain) akan menyebabkan karat.

Gunakan Baja Ringan Berkualitas

Sekilas, semua baja ringan mungkin tampak sama. Namun, jika diteliti lebih lanjut, ada yang membedakan mana baja ringan berkualitas dan yang biasa saja. Salah satunya material yang digunakan.

Apapun mereknya, dapat dikatakan bahwa baja ringan dengan bahan Zinium memiliki kualitas yang baik. Zinium sendiri merupakan produk Baja Lapis Aluminium Seng (BjLAS) inovatif dari PT Sunrise Steel. Bahan baja ringan ini memiliki komposisi kimia berupa Aluminium 55%, Zinc 42%-44%, dan Si 1%-1,5%.

Jika diperhatikan, permukaan Zinium memiliki tekstur mozaik yang homogen berupa potongan segitiga yang tertata secara acak. Ukurannya bervariasi, yaitu mulai dari 0,5 mm sampai 3 mm.

Dan ternyata tekstur ini bukan tanpa makna. Karena sebenarnya merupakan penanda homogenitas unsur Aluminium dan Zinc yang terjadi dengan baik. Hal ini pun menunjukkan stabilnya kualitas lapisan pelindung terdapat berbagai faktor menyebab korosi.

Karena Zinium juga sudah memiliki standard SNI dan ISO, maka sudah bisa dipastikan jika baja ringan yang bertanda dan berbahan Zinium ini terjamin kualitasnya.

Pada dasarnya, baja ringan bisa berkarat. Hal ini terjadi ketika lapisan pelindung seperti aluminium dan senyawa lain terkelupas karena berbagai hal.

Beberapa faktor seperti terjadinya goresan benda tajam, air semen, cuaca (baik hujan maupun panas), hingga larutan asam dapat menyebabkan karat.

Leave a Reply

Butuh Penawaran / Info Lebih Lanjut?