Mengenal Jenis-Jenis Pasir pada Bahan Bangunan

Posted by purnosidi
on 17/03/2015

Pasir merupakan salah satu bahan bangunan yang cukup dikenal luas oleh banyak lapisan masyarakat. Secara ilmiah, pasir adalah agregat alami yang pembentukannya berasal dari letusan gunung berapi, sungai, tanah dan pantai. Ada tiga macam jenis pasir yang diketahui secara umum yaitu pasir yang berasal dari bahan galian, pasir yang berasal dari air laut dan pasir yang berasal dari air sungai.

Tulisan ini akan mencoba memberi sedikit pencerahan pada anda semua yang akan berkiprah di dunia konstruksi tentang bagaimana cara mengenal jenis-jenis pasir pada bahan bangunan.

Ketika Anda akan membuat konstruksi bahan bangunan, maka salah satu bahan yang akan digunakan adalah pasir. Pasir adalah salah satu bahan bagunan yang digunakan sebagai agregat halus. Campuran beton, bahan spesi perekat yang berfungsi sebagai pasangan bata atau keramik, pasir urug, melapisi lantai, kesemua itu adalah beberapa fungsi dari pasir yang digunakan sebagai bahan bangunan. Jika dilihat berdasarkan standar yang berasal dari SNI (Standar Nasional Indonesia), ada sejumlah ketentuan mengenai persyaratan dan penggunaan pasir adalah sebagai berikut.

Ketentuan pertama adalah perhatikan agregat halus pada pasir. Untuk digunakan sebagai bahan bangunan, pasir yang digunakan haruslah pasir yang memiliki butiran tajam dan keras. Untuk mengukur apakah pasir yang ada memiliki butiran yang tajam dan keras, maka pasir tersebut harus memiliki indeks kekerasan lebih kecil dari 2,2. Ketentuan yang kedua adalah pasir tersebut harus memiliki sifat kekal. Maksud dari sifat kekal adalah ketika pasir yang digunakan untuk bahan bangunan tersebut adalah pasir yang sudah lolos dari uji larutan jenuh yang dibuat dari garam sulfat. Lalu apa saja kriteria pasir yang lolos dari uji larutan garam sulfat ini?

Kriteria pertama adalah ketika pasir terkena larutan garam sulfat, maka bagian dari pasir yang diuji harus hancur setidaknya sampai bagian pasir terkena 12% dan untuk pasir yang terkena magnesium sulfat, bagian pasir yang halus maksimal berjumlah 10%. Selain itu, pasir yang akan diuji laboratorium ini adalah pasir yang tidak mengandung lumpur. Kalaupun terkena lumpur, maka jumlah lumpurnya tidak boleh lebih dari 5%. Jika jumlah lumpur mencapai lebih dari 5%, maka pasir harus dicuci terlebih dahulu.

Selanjutnya adalah kriteria pasir yang harus dipenuhi adalah pasir yang akan diuji adalah pasir yang tidak mengandung bahan organik dalam jumlah banyak. Untuk membuktikan apakah ada kandungan bahan organik atau tidak, maka Anda harus mengujinya dengan percobaan warna dengan larutan jenuh dari berasal dari NaOH sebanyak 3%. Butiran pasir juga harus diperhatikan karena pasir yang akan diuji harus memiliki susunan pasir yang besar dan memilki modulus kehalusan dengan skala 1,5 sampai 3,8. Butiran pasir juga harus memiliki bentuk yang bermacam-macam.

Jika Anda akan menggunakan pasir untuk dicampurkan dengan bahan bangunan seperti beton yang tahan lama, maka pastikan bahwa pasir yang akan digunakan adalah pasir yang bereaksi negatif terhadap alkali. Selain itu juga, pantang bagi pasir untuk digunakan sebagai agregat halus. Hal ini bertujuan agar pasir yang digunakan bisa cocok untuk semua jenis beton kecuali ada petunjuk yang berasal dari lembaga pemerintahan yang bergerak di bidang bahan bangunan yang sudah diakui. Pasir yang memiliki agregat halus adalah pasir yang digunakan untuk proses plesteran dan juga untuk proses spesi terapan. Untuk bisa melakukannya, maka pasir harus sesuai dengan persyaratan dari pasir pasangan. Apa yang dimaksud dengan pasir pasangan? Penjelasannya terdapat pada paragraf selanjutnya.

Pasir memiliki batas gradasi yang memiliki lubang ayakan yang bervariasi yaitu 0,3 – 10 mm. Selain itu, ada juga yang disebut sebagai berat tembus kumulatif yang terbagi atas empat zona utama. Keempat zona ini memiliki bagian atas dan bawahnya masing-masing dan bervariasi tergantung pada kedalaman dari lubang ayakan. Untuk zona yang pertama, pasir yang digunakan adalah pasir kasar. Zona kedua adalah pasir yang terbuat dari pasir yang memiliki tekstur agak kasar. Zona ketiga adalah pasir yang memiliki tekstur halus, sedangkan zona yang terakhir adalah zona pasir yang teksturnya agak halus.

Seperti itulah sedikit pengetahuan tentang pasir yang baik digunakan untuk bahan bangunan. Untuk memilih kontraktor terpercaya, Anda bisa menggunakan jasa PT Nikifour Karawang (https://nikifour.co.id), kontraktor sipil terbaik berpengalaman.

About The Author: purnosidi

I'm a blogger and an engineering worker purnosidi@nikifour.co.id, mobile : +62816627452 | +62817627452 Informasi tentang kami : Jl. Proklamasi No. 241, Jati Ilir II rt.01 rw.06 Kel. Tunggak – Jati Kec. Karawang Barat Kab. Karawang – Jawa Barat 41351 Telp. ( 0267 ) 8632104, Fax. ( 0267 ) 8451587 E-mail : nf@nikifour.co.id www. nikifour.co.id