5 Tips Membangun Struktur Tahan Gempa

5 Tips Membangun Struktur Tahan Gempa

5 Tips Membangun Struktur Tahan Gempa

Bencana datang tanpa bisa diprediksi. Bahkan pusat prediksi bencana seperti BMKG saja tidak dijamin memberikan informasi yang tepat, misalnya pada bencana gempa dan tsunami di Palu dan Anyer baru-baru ini. Namun setidaknya semua pihak telah membuat rencana pencegahan dini yang baik. Seperti yang akan kami ulas berikut ini: 5 Tips Membangun Struktur Tahan Gempa yang bersumber dari: https://safetymanagement.eku.edu

Apakah Anda mencari perusahaan konstruksi yang memberikan Anda jaminan perencanaan yang baik? Kami adalah perusahaan yang telah berpengalaman di berbagai proyek baik pembangunan baru gedung maupun renovasi hingga maintenance.

Bencana alam adalah ancaman global serius karena sifatnya yang tiba-tiba dan sangat kuat. Para ahli di bidang bencana alam telah banyak mempelajari guna mengantisipasi beberapa bencana alam dahsyat. Beberapa bis dipelajari seperti topan, badai salju, dan tornado, tetapi yang lain masih bisa menyerang tanpa peringatan seperti gempa bumi.

Gempa bumi, berapapun kekuatannya, adalah sangat membahayakan karena dapat terjadi kapan saja sepanjang tahun dengan hampir tidak ada indikasi. Gempa bumi bisa meluluh-lantakkan daerah terpencil hingga menghancurkan kota-kota besar. Asia, seperti Jepang dan Indonesia adalah negara rawan gempa. Wilayah AS tertentu juga sangat rawan terhadap gempa bumi. Akan tetapi secara teknis gempa bumi dapat terjadi di mana saja.

Di peradabab modern di mana dunia ditumbuhi dengan struktur baja permanen, kaca, dan beton, gempa bumi menjadi ancaman terbesar kehancuran yang meluas.

Tulisan ini disesuaikan dari artikel yang berbasis pada riset dari Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) bekerja sama dengan Program Pengurangan Bahaya Gempa Bumi Nasional (NEHRP). Mereka meneliti dan merancang praktik dan peraturan bangunan struktural untuk meminimalkan kerusakan dan cedera melalui integritas struktural bangunan.

Para profesional keselamatan FEMA dan NEHRP bekerja dengan insinyur dan arsitek untuk mengidentifikasi karakteristik bangunan yang secara langsung memengaruhi perilaku bangunan selama guncangan dan getaran.

Manfaat Struktur Tahan Gempa

Gempa bumi didefinisikan sebagai goncangan cepat dari tanah yang disebabkan oleh pergeseran lempeng batu dan tektonik di bawah tanah. Tanah tampak kokoh, tetapi kerak bumi bagian atas dalam dan waktu yang lama menyebabkan tekanan menumpuk di antara lempeng dan celah.

Ketika tekanan datang, getaran seismik dan goncangan keras bergema ke permukaan, dengan cepat berdampak dalam skala luas di daratan. Setelah gempa awal, gempa susulan dapat terjadi yang mengakibatkan kerusakan lebih lanjut.

Gempa bumi dapat terjadi di mana saja di AS, tetapi area berisiko tinggi termasuk California, Oregon, Washington, Alaska, Missouri, Arkansas, Tennessee, Kentucky, Carolina Selatan, dan New England. Wilayah-wilayah tersebut memiliki standar bangunan yang lebih tinggi dan lebih ketat sebagaimana diterbitkan oleh NEHRP Recommended Seismic Provisions.

Bangunan harus bisa menahan pergerakan radikal dan pergeseran fondasi untuk meminimalkan kerusakan dan melindungi orang-orang di dalam dan di sekitar mereka. Jika bangunan patah atau roboh, tidak ada rencana darurat yang dapat melindungi orang-orang dari bahaya.

Desain bangunan tahan gempa mempertimbangkan karakteristik berikut yang mempengaruhi integritas struktural mereka: kekakuan dan kekuatan, keteraturan, redundansi, pondasi, dan jalur muatan.

5 Tips Membangun Struktur Tahan Gempa

Membangun struktur tahan gempa

1. Kekakuan dan Kekuatan

Saat merancang bangunan tahan gempa, profesional keselamatan merekomendasikan kekakuan dan kekuatan vertikal dan lateral yang memadai – khususnya lateral. Struktur cenderung menangani gerakan vertikal yang disebabkan oleh gempa lebih baik daripada gerakan lateral, atau horizontal.

Tanpa mempertimbangkan gempa bumi, para profesional masih fokus pada kekakuan dan kekuatan vertikal bangunan karena harus menopang dirinya sendiri. Namun, gempa bumi memperkenalkan kekuatan terarah baru yang mungkin tidak siap.

Bangunan akan bergeser ke kiri dan ke kanan selama gempa terjadi, sehingga jika tidak dibangun dengan benar, akan cepat tidak stabil.

2. Keteraturan

Karakteristik ini mengacu pada pergerakan bangunan ketika didorong ke arah lateral. Para profesional keselamatan dan perancang bangunan menginginkan agar bangunan bergerak sama sehingga membuang energi tanpa menempatkan terlalu banyak kekuatan di satu sisi atau lainnya.

Jika suatu bangunan tidak beraturan, maka kelemahan akan terlihat jelas ketika bangunan itu bergoyang. Kelemahan itu akan menyebabkan struktur  mengalami kerusakan hebat secara keseluruhan.

3. Redundansi

Bisa jadi redundansi menjadi salah satu karakteristik keselamatan yang paling penting ketika merancang keselamatan sebab redundansi memastikan ada beberapa strategi di tempat jika salah satu gagal.

Redundansi berpotensi menambah biaya bangunan, tetapi redudansi membuktikan nilainya jika terjadi bencana alam seperti gempa bumi.

Para profesional keselamatan menyarankan distribusi massa dan kekuatan sebuah bangunan agar merata di seluruh struktur sehingga kekuatan tidak hanya bergantung pada satu faktor.

4. Fondasi

Tips ke 4 dari membangun struktur tahan gempa ada pada bagian fondasi. Fondasi yang stabil adalah karakteristik utama membangun struktur besar terlepas dari risiko bencana alam. Sangat penting untuk kelangsungan hidup jangka panjang bangunan, dan fondasi yang lebih kuat diperlukan untuk menahan kekuatan gempa bumi yang kuat.

Area yang berbeda memiliki karakteristik dasar unik yang menentukan bagaimana basis struktur perlu diperkuat. Para profesional harus mengamati dengan cermat bagaimana tanah bereaksi dan bergerak sebelum membangun. Bangunan yang dirancang untuk tahan terhadap gempa bumi dahsyat memiliki fondasi dan tiang pancang yang dalam .

Untuk menstabilkan tindakan drastis ini, fondasi terhubung sehingga mereka bergerak sebagai satu unit.

5. Jalur Muat yang Berkelanjutan

Jalur ini adalah arah rambat gempa melalui bangunan – secara lateral dan vertikal. Komponen struktural dan nonstruktural dari suatu bangunan perlu saling berhubungan agar mendapatkan ikatan karakteristik fondasi yang stabil sehingga kekuatan dari getaran gempa menghilang.

Banyak titik kekuatan dan redundansi akan menghasilkan gaya dan kekuatan yang terdistrusikan agar mencegah gempa memisahkan fondasi. Karakteristik Jalur Muat yang berkelanjutan ini harus diperhatikan oleh para profesional keselamatan, arsitek, dan insinyur selama desain.

Jika struktur tidak diikat secara komprehensif bersama, komponen akan bergerak secara independen dan keruntuhan akan segera terjadi. Sangat penting terjaganya keutuhan arah rambat gempa pada banguan karena ia berfungsi untuk menghilangkan getaran kuat gempa bumi.

Gempa bumi lebih jarang terjadi daripada bencana alam lainnya, tetapi membangun struktur tahan gempa akan sekaligus melindungi terhadap semua bencana alam yang lain.

Integritas struktural bagi profesional adalah prioritas ketika meneliti dan mengembangkan strategi perlindungan karena Integritas struktural yang baik sangat menentukan keselamatan banyak nyawa.

Untuk mengembangkan ketentuan bangunan yang tahan gempa diperlukan sinergi yang sangat besar. Karena itu para profesional keselamatan harulah bekerja sama dengan pihak-pihak di bidang lain. Selain itu, dalam Membangun struktur tahan gempa mereka semua harus menghargai banyak faktor yang mungkin bukan keahlian mereka dan berkomunikasi dengan profesional lain untuk menemukan solusi yang paling efektif.

Sumber:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.