Cara Merancang dan Membuat Data Beban Bahan Bangunan

Posted by purnosidi
on 16/03/2015

Pembaca yang terhormat, selamat datang di website nikifour.co.id. Inilah informasi dan artikel tentang cara merancang dan membuat data beban bahan bangunan. Data beban bahan bangunan memiliki beberapa manfaat. Manfaat pertama dari sebuah data beban bahan bangunan adalah untuk merencanakan perhitungan struktur yang baik. Hal ini dilakukan agar Anda bisa memperkirakan ukuran dan jenis bangunan yang akan dibangun supaya dapat berdiri dengan kuat dan kokoh. Tidak hanya itu saja, manfaat kedua dari data beban bahan bangunan adalah untuk melancarkan transaksi jual beli yang berkaitan dengan material. Fungsi transaksi adalah untuk menentukan harga dari bahan bangunan agar lebih akurat.

Agar semua manfaat tersebut bisa didapatkan dengan maksimal, maka Anda harus tahu bagaimana cara menghitung berat dari material bangunan. Anda harus bisa menghitung dengan benar supaya tidak terjadi beberapa kesalahan fatal seperti contoh bangunan ambruk. Bangunan ambruk terjadi karena adanya perencanaan struktur yang kurang baik. Akibatnya adalah bangunan tidak bisa menahan beban total secara keseluruhan. Teknik perhitungan kali ini berfokus pada perhitungan secara mekanika. Teknik ini adalah teknik beban dalam perhitungan mekanika yang dilambangkan sebagai lambang P untuk diartikan sebagai beban yang terpusat sedangkan lambang Q untuk melambangkan beban yang merata. Sedikit penjelasan, beban yang dilambangkan dengan P adalah beban yang terpusat. Contoh dari beban ini adalah beban yang terdapat pada berat kendaraan atau berat yang berasal dari benda-benda lain yang memiliki struktur terpusat.  Beban Q adalah beban yang memiliki berat merata, contohnya adalah berat tunggal yang terstruktur secara tunggal atau bisa juga berat yang berasal dari struktur benda yang membebani secara merata.

Setelah tahu sedikit mengenai beban P dan Q, berikut ini adalah cara untuk menghitung jumlah dari berat material bangunan. Ada beberapa tahap yang harus dilakukan. Tahap pertama adalah tahap yang berasal dari percobaan di laboratorium. Sebelum Anda mencoba untuk menghitung berat material yang sesungguhnya, Anda harus menguji coba terlebih dahulu di laboratorium.

Langkah pertama ketika menguji berat material di laboratorium adalah dengan mengambil sampel dari beberapa contoh material. Fungsinya adalah untuk memudahkan Anda dalam melakukan percobaan di laboratorium.

Langkah kedua adalah dengan mengukur volume dari sampel material yang sudah diambil. Setelah mengukur volumenya, Anda harus menimbangnya supaya Anda memiliki data awal yang berisi berat dan volume dari setiap material yang ada.

Langkah ketiga adalah dengan menyederhanakan berat material, caranya adalah dengan mengubah berat volume kedalam ukuran standar yang akan digunakan. Ukuran yang digunakan adalah ukuran yang termasuk kedalam perhitungan dari jumlah bahan bangunan, seperti contoh ukuran standar yang disepakati adalah ukuran dalam satuan m3 atau liter.

Setelah semua langkah telah dilakukan, maka Anda bisa mendapatkan data awal yang berisi jumalh dari semua berat dan volume material.

Setelah melakukan uji coba di laboratorium, maka tahap selanjutnya adalah dengan melakukan perencanaan bangunan. Ada tiga langkah yang harus dilalui. Pertama adalah Anda harus mencari data yang berkaitan dengan berat bahan. Data ini diperoleh melalui berat dari setiap bahan berdasarkan satuan volumenya yang sudah diuji di laboratorium sebelumnya.

Selain itu juga Anda sudah harus mencari data yang berkaitan dengan standar pembebanan atau bisa juga data yang diperoleh adalah data yang berasal dari brosur produsen yang biasa menjual berbagai jenis bahan bangunan. Langkah selanjutnya adalah  mencari data yang berkaitan dengan pekerjaan yang akan dihitung.

Data ini bisa terdiri dari gambar bangunan utuh, termasuk dengan bentuk dan ukurannya. Tujuannya adalah untuk memudahkan Anda dalam membuat pedoman ketika akan menghitung volume bangunan.

Selanjutnya adalah Anda menjumlahkan total dari volume pekerjaan dengan cara mengkalikan antara jumlah berat yang berasal dari satuan material dan jumlah dari volume pekerjaan. Anda bisa mendapatkan jumlah berat dari bahan bangunan secara keseluruhan.

Oleh karena itu, berdasarkan uraian diatas, maka bisa dibuat rumus untuk menghitung berat total material yaitu BTM = V x BSM. BTM adalah berat total material, V adalah total dari volume pekerjaan,  dan BSM adalah berat material yang dihitung per satuan. Begitulah cara menghitung berat material secara sederhana, selamat menghitung dan ingat bahwa PT Nikifour Karawang (https://nikifour.co.id), kontraktor sipil terbaik berpengalaman siap melayani Anda .

About The Author: purnosidi

I'm a blogger and an engineering worker purnosidi@nikifour.co.id, mobile : +62816627452 | +62817627452 Informasi tentang kami : Jl. Proklamasi No. 241, Jati Ilir II rt.01 rw.06 Kel. Tunggak – Jati Kec. Karawang Barat Kab. Karawang – Jawa Barat 41351 Telp. ( 0267 ) 8632104, Fax. ( 0267 ) 8451587 E-mail : nf@nikifour.co.id www. nikifour.co.id