Penggunaan Diafragma Wall untuk Kebutuhan Dinding Lantai Basement Bangunan

Posted by purnosidi
on 07/03/2015

Pembuatan diafragma wall (dinding sekat) dilakukan agar penggunaan lahan yang sempit dapat maksimal galian bawah tanahnya. Pengerjaannya meliputi tahapan penggalian tanah. Diafragma wall merupakan tahapan pengembangan dari sistem secant pile pada konstruksi basement.

Diafragma wall dalam dunia konstruksi dikenal sebagai dinding yang berfungsi ganda yaitu sebagai penahan tanah (retaining wall) dan berfungsi sebagai dinding pada lantai basement bangunan yang mempunyai lantai bawah tanah.

Gambar konstruksi dinding diafragma
Gambar konstruksi dinding diafragma. sumber: docstoccdn.com

Proses pembuatannya dimulai dengan cara mengebor dan memasang rangka besi. Selanjutnya dilakukan pengecoran sebagai tahap akhir. Diafragma wall dibuat sebelum pengerjaan galian tanah dilakukan. Hal ini bertujuan sebagai upaya agar bangunan lebih kokoh.

Dalam membuat diafragma wall ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan dan dilakukan yaitu sebagai berikut.

Proses Pembuatan Guide Wall

Pembangunan guide wall dilakukan sebagai bagian yang dapat membantu memudahkan pengerjaan diafrgama wall. Guide wall juga digunakan sebagai rel. Adapun cara pembuatannya guide wall adalah sebagai berikut.

Pertama, mengukur lahan sesuai dengan tempat dimana akan dibuat diafragma wall. Ukuran guide wall hampir sama ukuran pada tanah exixting. Kedua, melakukan proses menggali tanah. Ketiga, melakukan proses memasang bekisting yang dapat menggunakan bahan batu bata, batako, triplek dan sebagainya. Keempat, melakukan proses memasang besi. Dan kelima adalah melakukan proses pengecoran guide wall.

Tahapan Pembuatan Diafragma Wall

Diafragma wall dapat dibuat dengan cara selang seling (berseling) yaitu dengan cara berpindah (meloncat) pada satu slot (panel) setelahnya. Cara seperti ini dilakukan agar tidak terjadi keruntuhan pada tanah. Pengerjaan diafragma wall perlu memperhatikan tahapan berikut.

Pertama, melakukan proses pengeboran dan menggali tanah dengan sistem bentonite (pengisisan bentonite). Hal ini dilakukan agar tanah lebih stabil. Sistem bentonite berfungsi sebagai penahan tekanan pada tanah yang akan disalurkan pada lubang galian.

Kedua, memindahkan atau membuang tanah yang telah digali menggunakan dump truck. Ketiga, memasang besi rangka (tulangan) diafragma wall. Tulangan digunakan pada galian dinding ketika lubang galian telah digali. Pemasangannya dapat dilakukan bertahap. Keempat, melakukan proses pengerjaan pengecoran dengan baik.

Gambar Penggunaan Diafragma Wall untuk Kebutuhan Dinding Lantai Basement Bangunan

Kelebihan Diafragma Wall sebagai Dinding Penahan

Diafragma wall yang dibangun dengan baik memiliki banyak keunggulan dari sistem lain dalam memaksimalkan bangunan basement.

  1. Tanah yang digali dapat dilakukan dengan maksimal yaitu lebih dalam daripada menggunakan dinding penahan biasanya.
  2. Proses penyelesaiannya dilakukan lebih cepat daripada pengerjaan dinding penahan cara biasa (konvensional).
  3. Diafragma wall yang dibuat dapat mengefisienkan pembuatan struktur pada sebuah sistem dengan cara top down. Artinya bagian atau struktur atas bangunan dapat dikerjakan terlebih dahulu. Hal ini berbeda dengan sistem konvensional harus melakukan penyelesaian struktur bagian bawahnya.
  4. Pengerjaan diafragma wall dapat menghindari suara dan getaran yang berisik. Diafragma wall untuk dinding tanah lebih efektif di sini.

Kelemahan Diafragma Wall

Di samping memiliki kelebihan, diafragma wall juga memiliki kekurangan.

  1. Membutuhkan biaya yang cukup tinggi daripada menggunakan atau membuat dinding penahan tanah dengan cara konvensional. Hanya saja, biaya yang mahal bisa dimaklumi karena proses pengerjaannya begitu cepat tanpa membutuhkan waktu yang lama.
  2. Diafragma wall dapat menimbulkan struktur dinding dalamnya tidak merata. Nah, cara seperti ini membutuhkan tahapan penyelesaian tambahan.
  3. Dapat membuat sambungannya riskan terhadap munculnya kebocoran. Untuk mensiasatinya harus dilakukan dengan cara grouting injection.
  4. Pembuatan diafragma wall membutuhkan sistem pengelolaan yang teratur supaya tidak muncul benturan lain saat melaksanakan pembangunan, misalnya bore file.

Itulah uraian tentang pembuatan diafragma wall yang berfungsi sebagai dinding penahan tanah basement.

Kontraktor & jasa renovasi kantor Nikifour Karawang juga melayani jasa konstruksi bangunan seperti pengerjaan diafragma wall untuk dinding basement. Kontraktor & jasa renovasi kantor Nikifour Karawang hadir memberikan layanan renovasi bangunan. Telah banyak mitra atau konsumen yang telah menggunakan jasa kontraktor ini seperti Kalbe Farma, Dankos Farma, dan sebagainya.

Kontraktor & jasa renovasi kantor Nikifour Karawang telah berinovasi pada konstruksi bangunan. Selama 5 tahun melayani berbagai rekanan dalam hal pembangunan dan perawatan bangunan serta instalasi listrik dan jaringan IT.

Demikianlah penggunaan diafragma wall untuk kebutuhan dinding lantai basement bangunan.

About The Author: purnosidi

I'm a blogger and an engineering worker purnosidi@nikifour.co.id, mobile : +62816627452 | +62817627452 Informasi tentang kami : Jl. Proklamasi No. 241, Jati Ilir II rt.01 rw.06 Kel. Tunggak – Jati Kec. Karawang Barat Kab. Karawang – Jawa Barat 41351 Telp. ( 0267 ) 8632104, Fax. ( 0267 ) 8451587 E-mail : nf@nikifour.co.id www. nikifour.co.id