Dampak Konstruksi terhadap Pemanasan Global

Posted by purnosidi
on 30/03/2015

Seiring dengan perkembangan zaman, semakin berkembang pembangunan di banyak daerah. Dari lahan yang semula tampak rimbun, berubah menjadi lahan beton. Pembangunan membawa perubahan nyata dengan semakin minim lahan rimbun pertanian, perkebunan, bahkan bahan bangunan itu sendiri. Inilah tulisan yang menyoroti beberaa dampak konstruksi terhadap pemanasan global.

Tidak heran dampak terhadap pembangunan konstruksi langsung terkena pada masalah pemanasan global. Seorang senator asal Amerika dikutip dari salah satu sumber media sosial, bernama Al Gore menyatakan bahwa dunia kini dalam kondisi terancam dampak pemanasan global.

Memang tidak dapat dipungkiri. Untuk itu langkah bijak bagi para kontruksi dan renovasi melakukan upaya perbaikan lingkungan. Dengan tetap dapat terus membangun tanpa memperaparah kondisi pemanasana global. Dan itu yang diantisipasi oleh PT Nikifour karawang; kontraktor sipil terbaik berpengalaman. Mengingat pembangunan konstruksi sudah ditetapkan dalam Peraturan Perundangan Nasional dan Internasional. Selain kontruksi terkait bahan bangunan yang mengikis beberapa bahan alam, kontruksi dalam pembangunan juga merasakan hambatannya dalam pemanasan global. Perubahan cuaca yang tidak tentu yang paling nyata terjadi.

Apa saja dampak, pengertian, serta penyelesaian yang dilakukan oleh para kontruksi dan renovasi bangunan terhadap pemanasan global? Semua itu harus diketahui demi dunia yang tidak semakin parah.

Dampak Kontruksi Terkait Pemanasan Global

Konstruksi memang memberikan dampak beberapa lahan rimbun habis menjadi beton. Namun dari sisi kontruksi sendiri, dampak pemanasan global juga menjadikan kinerja mereka lamban. Cuaca yang kadang hujan, panas, adanya daerah longsor, atau banjir menjadi kendala. Terutama bagi jasa kontruksi dan renovasi yang harus memesan bahan bangunan di daerah lain. Kendala saat daerah tersebut terjadi longsor, tentu pasokan menjadi terhambat. Atau perubahan cuaca kadang hujan kadang panas, membuat kontruksi berjalan lambat. Saat hujan, tentu kontruksi tidak dapat berjalan.

Pengertian Mengenai Pemanasan Global

Lalu apa sebenarnya pemanasan global itu? Menurut salah satu sumber media sosial menyebutkan ketika suhu bertambah panas dan permukaan laut mengalami kenaikan, itulah pemanasan global.

Gas dengan jenis dan konsentrasi tertentu memiliki jumlah berlebih. Udara menjadi panas dan bumi mau tidak mau mengalami pemanasan global. Gas yang dimaksud adalah karbon dioksida dari batu bara, gas, minyak bumi, hutan gundul, pembakaran hutan-hutan. Juga gas berupa chloro fluoro carbon.

Polusi udara dari asap kendaraan bermotor pun juga menyumbang pemanasan global. Dengan emisi asam nitrat dan emisi metan membawa dampak yang sama-sama tidak baik. Emisi asam nitrat berasal dari industri sedangkan emisi metan berasal dari pertanian serta aktivitas dari industri. Gas-gas tersebut begitu mudah menimbulkan sengatan panas matahari ke bumi. Sedikit membahas mengenai rumah kaca.

Rumah kaca menimbulkan beberapa gas terlepas menuju atmosfer dan menimbulkan panas. Seharusnya energi yang dilepaskan oleh matahari harus terbuang menuju angkasa. Namun akibat efek dari rumah kaca, maka energi berupa panas harus tetap bertahan di bumi. Suhu akan terus naik sebesar tiga derajat celcius setiap seratus tahun. Permukaan air laut akan naik sebesar tiga centimeter setiap seratus tahun.

Penyelesaian Kontruksi dan Renovasi Bangunan

Pemanasan global tidak begitu saja dapat memuat para kontruksi dan renovasi bangunan berhenti. Namun paling bijak yang harus dilakukan mereka adalah mencegah agar pemanasan global tidak semakin menjadi. Sebab kerugian akibat pemanasan global tentu saja juga akan langsung dirasakan oleh para kontruksi dan renovasi bangunan.

Untuk itu PT Nikifour karawang kontraktor sipil terbaik berpengalaman memikirkan penyelesaian demi tetap berlangsungnya kontruksi tanpa memperburuk keadaan. Metode yang diterapkan harus ramah lingkungan. Alat yang digunakan juga tidak memakan banyak biaya dan memperhatikan pekerja kontruksi.

Meminimalisir Pemanasan Global Melalui Tahapan Perencanaan Serta Kerja di Lapangan

Ada tujuh yang harus dilakukan oleh para kontruksi dan renovasi bangunan, agar dapat menghambat pemansan global, dan kontruksi tetap berjalan tanpa risiko tinggi.

  1. Perbaikan dalam sistem material terkait pindah dan simpan. Termasuk memperhatikan sisa dari material kontruksi harus dikurangi agar tidak menjadi limbah.
  2. Daur ulang untuk material yang mudah dilakukan dari sisa top soil, beton, aspal. Sehingga jika masih dapat digunakan, tidak perlu menambah material baru.
  3. Antisipasi masalah pada kualitas udara dalam metode instalasi produk serta material.
  4. Pelatihan intensif subkontraktor dengan materi manajemen keberadaan sisa kontruksi.
  5. Perhatikan tahapan kontruksi seperti kelembapan.
  6. Perhatikan tingkat tekstur tanah lokasi kontruksi demi meminimalisir erosi serta sedimentasi.
  7. Tahap konstruksi perlu dilakukan peminimalisiran pada penbangan pohon.

Sehingga jika Anda berencana untuk membangun bangunan tanpa merasa ikut menyumbang dampak pemanasan global, lebih baik percayakan dan konsultasikan dengan PT Nikifour karawang kontraktor sipil terbaik berpengalaman.

About The Author: purnosidi

I'm a blogger and an engineering worker purnosidi@nikifour.co.id, mobile : +62816627452 | +62817627452 Informasi tentang kami : Jl. Proklamasi No. 241, Jati Ilir II rt.01 rw.06 Kel. Tunggak – Jati Kec. Karawang Barat Kab. Karawang – Jawa Barat 41351 Telp. ( 0267 ) 8632104, Fax. ( 0267 ) 8451587 E-mail : nf@nikifour.co.id www. nikifour.co.id