Baja I Beam dan Baja H Beam untuk Konstruksi Apa Bedanya?

Posted by purnosidi
on 09/01/2018

Baja I Beam dan Baja H Beam untuk Konstruksi Apa Bedanya? Jika Anda mencari informasi mengenai baja konstruksi Anda pasti akan menemukan bahwa ternyata baja konstruksi itu bervariasi bentuknya, modelnya, ukurannya, dan kandungan materialnya. Tapi di sini kita tidak akan membahas semua jenis baja konstruksi. Pembahasan artikel kali ini akan difokuskan pada baja I beam dan H beam saja. Mengapa hanya dua jenis ini saja? Karena dua jenis baja inilah yang paling sering digunakan dalam pembangunan struktur bangunan dan yang paling sering membuat orang awam bingung karena sekilas bentuk kedua baja ini sama.

Bentuk baja I beam dan H beam sama, terdiri dari baja tipis vertikal yang diapit oleh dua baja horizontal. Kalau Anda lihat ujungnya akan tampak seperti huruf Romawi I atau H tergantung bagaimana posisi baja yang Anda lihat. Baja vertikal yang berada di tengah disebut dengan nama “web” sedangkan dua baja yang mengapitnya dengan lebar tidak melebihi lebar web disebut dengan nama “flange”.

Konstruksi Menggunakan Baja I Beam dan Baja H Beam

Baja I beam dan baja H beam digolongkan dalam kategori yang sama yaitu Wide Flange (WF). Wide Flange merupakan baja penyangga yang didesain untuk menyangga benda berat. Makanya Wide Flange dipakai untuk pembangunan struktur lantai, atap, kolom atau tiang pancang bangunan. Karena kekuatannya itu pula maka baja Wide Flange juga dipakai untuk perakitan rel kereta api dan jembatan. Kekuatan baja jenis Wide Flange ini dapat mengurangi jumlah struktur penyangga yang dibutuhkan, memberi kesempatan bagi arsitek atau kontraktor untuk berkreasi mendesain bangunan. Jumlah struktur tiang penyangga yang sedikit berarti lebih sedikit pula jumlah area yang dipakai untuk memasang tiang di tengah struktur bangunan. Ini berarti ruangan bangunan akan jadi lebih luas dan lebih terbuka.

Jika Anda datang ke toko material, baja Wide Flange, baja I beam dan baja H beam sering kali dianggap baja yang sama karena memang fungsi dan kegunaan baja I beam dan baja H beam adalah sama yaitu sebagai baja penyangga. Namun ukuran flangenya berbeda. Jadi Anda perlu tahu perbedaan keduanya agar Anda tidak salah membeli yang berujung pada perubahan struktur bangunan.

Ukuran flange

Seperti sudah disebutkan sebelumnya flange adalah dua baja pengapit (sering juga disebut sebagai bagian kuping), sedangkan web adalah baja yang terletak di tengah. Untuk baja H beam, ukuran flangenya lebih lebar dari baja I beam. Jadi pada baja H beam jarak antara ujung kiri dan ujung kanan flange dengan web yang berada tepat di tengah lebih jauh dibandingkan jarak antara ujung kiri dan ujung kanan flange dengan web pada baja I beam.

Panjang baja

Baja H beam lebih fleksibel karena baja H beam bisa dibentuk menjadi berbagai ukuran. Jika Anda membutuhkan baja yang lebih panjang dari ukuran standar, maka baja H beam adalah pilihan yang cocok. Baja H beam bisa dibuat hingga mencapai panjang 330 kaki. Sedangkan ukuran panjang I beam lebih terbatas. Ukuran panjang maksimum yang bisa dibuat dari baja I beam adalah 100 kaki. Lebih panjang dari itu maka daya topang baja I beam akan berkurang.

Metode pembuatan

Meskipun bentuk kedua baja sama tapi ternyata metode pembuatan I beam dan H beam berbeda. Baja I beam dibuat dengan metode rolling. Metode rolling adalah metode pembentukan metal dimana baja yang akan dibentuk dimasukkan ke suatu alat yang akan menggiling baja tersebut sampai ketebalan baja sesuai dengan yang ditentukan. Metode rolling sama seperti Anda menggiling adonan kue dengan rolling dimana adonan digiling supaya jadi tipis. Metode rolling inilah yang membuat flange I beam lebih kecil dari H beam. Ukuran I beam juga tergantung pada kapasitas mesin rolling yang dimiliki pabrik manufakturnya. Kalau baja H beam lebih banyak dibuat dengan metode built up daripada metode rolling dimana flange dan web dibuat terpisah baru ditempel membentuk baja H beam. Makanya ukuran baja H beam lebih bervariasi berdasarkan dimensi lebar dan tingginya.

Area sambungan flange – web

Baja I beam dibuat dengan metode rolling dimana bagian flange dan web dibentuk dalam satu produksi. Buktinya bisa Anda perhatikan di area sambungan antara flange dan web. Di sana terdapat semacam lekukan yang menyatukan flange dan web, lekukan ini disebut bevel, yang membuat flange dan web menjadi satu kesatuan. Kalau baja H beam, dua plat baja yang akan menjadi flange diposisikan mengapit di plat baja yang akan menjadi web. Lalu ketiganya dilas agar saling menempel sehingga membentuk H beam. Makanya kalau Anda perhatikan di area sambungannya Anda bisa melihat jelas bahwa H beam terdiri dari 3 plat baja yang saling ditempelkan.

Itulah perbedaan-perbedaan mendasar antara I beam dan H beam. Sekilas memang tidak tampak perbedaan kecuali jika Anda memperhatikannya dengan seksama. Tapi sekarang setelah Anda mengetahui perbedaan ini, Anda tentu tidak akan bingung lagi saat membeli baja I beam atau H beam. Untuk bahan material yang digunakan pada proses pembuatan, tiap pabrik manufaktur memiliki resep masing-masing, begitu juga dengan harganya. Pastikan Anda bertanya terlebih dahulu pada distributor resmi bagaimana kualitas bahan baja I beam atau baja H beam sebelum Anda memutuskan membelinya.

About The Author: purnosidi

I'm a blogger and an engineering worker purnosidi@nikifour.co.id, mobile : 0819232252 Informasi tentang kami : Jl. Proklamasi No. 241, Jati Ilir II rt.01 rw.06 Kel. Tunggak – Jati Kec. Karawang Barat Kab. Karawang – Jawa Barat 41351 Telp. ( 0267 ) 8632104, Fax. ( 0267 ) 8451587 E-mail : nf@nikifour.co.id www. nikifour.co.id